Pandji Pragiwaksono ke Polisi Bawa Koper Buku, Ada Apa?

Pandji Pragiwaksono ke Polisi Bawa Koper Buku Ada Apa

Komika Pandji Pragiwaksono kini tengah menjalani proses hukum terkait materi *stand up comedy* berjudul *Mens Rea*. Ia dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian dan penistaan agama.

Pemeriksaan terhadap Pandji telah dilakukan di Polda Metro Jaya. Ia memenuhi panggilan tersebut untuk memberikan keterangan terkait laporan yang diterimanya.

Pandji Pragiwaksono mengungkapkan persiapannya menghadapi kemungkinan terburuk terkait kasus hukum yang menjeratnya. Hal ini disampaikannya dalam sebuah siniar di YouTube.

READ  Film Terbaru 2025 Super Seru

Ia mengaku telah menyiapkan koper berisi banyak buku. Persiapan ini dilakukan sebagai antisipasi jika dirinya harus menjalani penahanan.

Pandji menjelaskan bahwa dirinya yang memiliki hobi membaca, selalu membawa buku kemanapun ia pergi. Buku-buku tersebut berfungsi sebagai teman selama perjalanannya di Indonesia.

Bahkan, saat menjalani pemeriksaan di Polda dan Bareskrim, Pandji mengaku menyempatkan diri untuk membaca buku. Hal ini menunjukkan ketenangannya di tengah proses hukum.

READ  Destinasi Hiburan Keluarga Favorit

Pandji Pragiwaksono membuka diri untuk melakukan dialog dengan pihak-pihak yang melaporkannya. Ia berharap ada penyelesaian damai melalui percakapan.

Hal ini disampaikan Pandji didampingi pengacaranya, Haris Azhar, setelah menjawab 63 pertanyaan dalam kapasitasnya sebagai saksi terlapor atas lima laporan polisi.

Pandji berpandangan bahwa dialog adalah cara yang lebih efektif untuk menyelesaikan permasalahan yang timbul akibat kesalahpahaman makna dalam karya seni.

Ia menyatakan bahwa secara historis, banyak bukti menunjukkan adanya kesalahpahaman atau ketidaksesuaian dalam penangkapan makna sebuah karya seni.

READ  Pandji Pragiwaksono Akui Bertemu MUI Bahas Isu Panas, Ada Apa?

“Saya sama Haris berkata tentu alangkah lebih baik kalau kita duduk bareng dan mencoba untuk menyampaikan maksudnya. Selalu terbuka kok,” terang Pandji.

“Secara historikal juga ada terlalu banyak bukti yang menunjukkan bahwa dalam sebuah kesalahpahaman atau ada ketidaksesuaian penangkapan makna dari karya seni saya,” tutur Pandji.

“Saya selalu bersedia untuk dialog,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *